Togo Menjahit Tradisi Kyoto
Seorang penjahit muda asal Afrika berupaya menjadi sensasi di Kyoto yang merupakan pusat tradisi Jepang. Kabressa Deabalo, 30 tahun, konon dipandang sebagai penjahit terbaik di negaranya, Togo. Kami akan mengulas perjuangannya untuk membuktikan kemampuannya dalam menjahit ala Afrika di ibu kota kuno Jepang, Kyoto. (Programa ini pernah disiarkan pada 26 Oktober 2021).
Penjahit Kabressa Deabalo lahir di Togo.
Jaket dari kain tradisional Kyoto buatan Deabalo.
Deabalo terpesona oleh teknik pencelupan kain seorang pengrajin di Kyoto yang masih menggunakan teknik tradisional (kanan).
Deabalo bertemu Nakasu Toshiharu (kiri), warga Jepang yang berupaya menghubungkan Kyoto dan Togo melalui kain. Keduanya membuka sebuah toko pembuatan pakaian.