Mengingat Kembali Mitigasi Bencana: Pentingnya Peta Bencana dan Ransel Darurat
Banyak warga asing yang tinggal di Jepang, termasuk orang Indonesia, yang merasa kebingungan atau tidak mengetahui lokasi evakuasi ketika gempa kuat mengguncang Semenanjung Noto pada 1 Januari. Hal itu mengingatkan kita tentang pentingnya persiapan menghadapi bencana.

Dalam laporan Halo dari Tokyo pekan ini, kami mengunjungi Taman Pencegahan Bencana Rinkai Tokyo untuk kembali mempelajari tentang cara evakuasi dengan memahami peta bencana dan menyiapkan ransel darurat.
Reporter Sigit Purnomo (kanan) bersama Wakil Ketua Pusat Manajemen Taman Pencegahan Bencana Rinkai Tokyo Sawa Yoshihiro (kiri), di ruang diorama mitigasi bencana. Di tempat ini kita bisa mengikuti tur simulasi berbagai tindakan untuk menyelamatkan diri dalam kurun waktu 72 jam setelah gempa melanda.
Peta yang menampilkan wilayah rawan bencana di Tokyo dan provinsi sekitarnya. Di Jepang, peta bencana biasanya disediakan oleh pemerintah daerah dalam bentuk pamflet dan papan informasi. Peta ini berisi petunjuk mengenai wilayah yang rawan terdampak gempa, banjir, serta lokasi evakuasi.
Berbagai barang yang disiapkan untuk ransel bencana, seperti makanan instan, air, perlengkapan toilet dan sanitasi, obat-obatan, serta senter. Saat ini produsen Jepang juga telah menyediakan makanan darurat bersertifikat halal.
Pemerintah pusat dan daerah di Jepang telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi bencana. Namun, apabila kita secara proaktif menyiapkan diri terlebih dahulu, kita dapat evakuasi dengan lancar dan aman ketika bencana datang.