"Kintsugi" untuk Fesyen Berkelanjutan
Intan Anggita Pratiwie, seniman tekstil sekaligus penggiat fesyen berkelanjutan atau "sustainable fashion" asal Indonesia menjadi salah satu peserta dalam Sumida Mukojima EXPO 2023.

Dalam proyek ini Intan memamerkan karya "Kintsugi De Dakishimeru", puisi haiku Jepang yang dijahit di berbagai kain bekas menggunakan benang "kintsugi". Teknik tradisional kintsugi selama ini dikenal sebagai bentuk seni reparasi tembikar.

Ia juga mengadakan lokakarya menjahit kintsugi bersama Hori Akari, seorang artisan asal Kyoto yang berpengalaman dalam mengolah benang kintsugi.
Intan aktif mengampanyekan gerakan "upcycle" atau penciptaan kembali menggunakan limbah tekstil menjadi produk baru yang unik.
Haiku yang dijahit dengan benang kintsugi di berbagai bahan yang sudah tidak terpakai.
Intan (tengah) bersama Hori Akari (kedua dari kiri) mengadakan lokakarya menjahit "haiku" dengan benang kintsugi di sebuah bekas toko kasur futon Jepang.
Hori Akari (kiri), Intan Anggita Pratiwie (tengah), dan Negami Yoko (kanan) dari co.iki selaku penyelenggara acara.