Hari Tari Bali di Jepang
Peringatan Hari Tari Bali digagas oleh komunitas tari Bali di Jepang pada 2018 setelah tarian dari Pulau Dewata itu dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2015.

Tanggal 1 Juni dipilih berdasarkan faktor sejarah. Pada tanggal itu di tahun 1964, Presiden Soekarno untuk pertama kalinya memperkenalkan tari Bali kepada publik Jepang dalam sebuah misi budaya.

Bertepatan dengan peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia, perayaan Hari Tari Bali pada tahun ini diharapkan makin mendorong pertukaran antara masyarakat kedua negara.
Peringatan Hari Tari Bali di KBRI Tokyo.
Anak Agung Ayu Manik (tengah), praktisi tari Bali di Jepang, mengajarkan gerakan dasar tari Bali kepada sejumlah peserta.
Hasegawa Ami, salah seorang penggagas Hari Tari Bali di Jepang. Ia ingin makin banyak orang Jepang mengetahui dan belajar tari Bali.
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Meinarti Fauzie mengharapkan momentum Hari Tari Bali bisa kembali meningkatkan minat wisatawan Jepang untuk datang ke Indonesia, terutama Bali, pascapandemi.