Pertunjukan Wayang Kulit Ruwatan Kolaborasi Dalang Indonesia & Sejumlah Seniman Jepang
Dalam Halo dari Tokyo kali ini kami hadirkan perpaduan wayang kulit dengan seni kontemporer dalam judul "Mayokage work in progress" yang digelar di Pusat Seni Kyoto pada pertengahan Februari lalu.

Penampilan kolaborasi antara Nanang Ananto Wicaksono, seorang dalang wayang kulit asal Yogyakarta, Indonesia, bersama sejumlah seniman Jepang ini mengangkat tema ruwatan, karena Jepang dan Indonesia memiliki tradisi yang serupa dalam ritual untuk membebaskan diri dari nasib buruk.

Selain itu, dalam edisi ini kami juga membacakan surat pendengar, menjawab pertanyaan seputar Jepang, serta memutarkan lagu pilihan.
Para seniman yang terlibat dalam pertunjukan "Mayokage work in progress". Takakura Kazuki, seniman pixel art perancang wayang kontemporer, Nanang Ananto Wicaksono, dalang wayang kulit, Nishida Yuri, penata musik, dan Shinoda Chiharu, sutradara pertunjukan. (Foto dari kiri ke kanan).
Pertunjukan "Mayokage" mengangkat kisah wayang kulit "Murwokolo" yang kerap ditampilkan sebagai bagian dari ruwatan di tanah Jawa.
Karakter Btoro Kolo dalam wayang kulit dibuat dalam bentuk 3DCG pixel animation.
Pertunjukan "Mayokage" memadukan unsur tradisional dan kontemporer untuk mengangkat tema ritual ruwatan sebagai bagian dari pertunjukan seni yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Selain di Kyoto, pertunjukan ini juga akan ditampilkan di Yogyakarta pada November mendatang.