Kunjungan Pimpinan Pesantren ke Jepang
Program Kunjungan Pimpinan Pesantren ke Jepang kembali berlangsung pada 2023 setelah sempat terhenti sekitar tiga tahun akibat pandemi. Program yang telah diselenggarakan sejak 2004 ini ditujukan untuk memperdalam rasa saling pengertian antara Jepang dan masyarakat Islam di Indonesia.

Pada tahun ini sebanyak sembilan pimpinan dan guru pesantren dari berbagai daerah di Indonesia berkunjung ke Tokyo, Hiroshima, dan Kyoto pada 24 Januari hingga 1 Februari. Mereka mengikuti beberapa kegiatan, termasuk kunjungan ke sekolah, museum perdamaian, dan dialog antaragama.

Muhammad Nida Fadlan peneliti dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta mengharapkan program ini bisa membuat pesantren memiliki pemikiran yang lebih terbuka serta menjadi sarana dialog untuk menjembatani perbedaan budaya dan agama di antara kedua negara.
Para pimpinan dan guru pesantren Indonesia saat berdialog dengan seorang biksu di kuil Taizo-in, Kyoto.
Menerangkan tentang agama Islam dan keragaman budaya Indonesia di hadapan pelajar SD di Tokyo.
Pertemuan dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang. Sejak 2004, sebanyak 170 peserta telah diundang untuk berkunjung ke Jepang.
Program ini juga memberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang Jepang guna memperdalam pertukaran di antara kedua warga negara. Arieska Rahmawati Handayani (kiri) dari Peacesantren Welas Asih Garut Jawa Barat mengatakan dirinya mendapatkan banyak inspirasi yang bisa diterapkan di pesantrennya.