Sastia Putri, Peraih Saito Award yang Berupaya Mempromosikan Produk Indonesia di Jepang
Profesor Madya di Universitas Osaka, Sastia Putri, menjadi orang asing pertama yang meraih Saito Award. Penghargaan ini diberikan Asosiasi Bioteknologi Jepang kepada para peneliti bioteknologi yang berusia muda di bawah 45 tahun.

Selama ini Sastia banyak meneliti produk pangan dan pertanian Indonesia, serta mempromosikan produk-produk tersebut ke masyarakat Jepang, salah satunya tempe yang dijual di jaringan supermarket besar di Jepang.

Dalam perbincangan dengan NHK, Sastia mengatakan berupaya mendorong lebih banyak perempuan peneliti, terutama dari Indonesia untuk berkiprah di Jepang.
Sastia mendapatkan semangat dan dukungan dari mentornya, Profesor Fukusaki Eiichiro, untuk bisa meraih Saito Award.
Sastia berupaya agar hasil penelitian terhadap produk pangan Indonesia berdampak ke masyarakat Indonesia yang lebih luas, seperti UMKM.
Sastia ingin mendorong serta membantu banyak perempuan dan peneliti dari Indonesia agar memiliki lebih banyak peluang dan mendapatkan kepercayaan di kalangan akademisi Jepang.
Sastia mengatakan menjadi perempuan peneliti di Jepang menemukan banyak tantangan dan hanya sedikit perempuan peneliti yang meraih Saito Award. Ia ingin menunjukkan bahwa perempuan peneliti yang memiliki anak masih dapat bekerja dengan baik dan meraih penghargaan ini.