Angklung Untuk Pendidikan Disabilitas
Ardian Sumarwan, seorang seniman angklung dari Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini memberikan pelatihan kepada para mahasiswa jurusan musik dan pendidikan kebutuhan khusus di sejumlah universitas di Jepang. Ia mengajarkan metode yang membuat penyandang disabilitas, terutama tunarungu, bisa mengikuti nada dan memainkan angklung dengan sukacita.
Ardian Sumarwan saat memberikan pelatihan kepada para mahasiswa di Universitas Gifu.
Ardian mengajarkan metode dengan isyarat tangan dan lampu agar penyandang disabilitas, terutama tunarungu, bisa mengikuti nada saat bermain angklung.
Suzuki Yoshitaka, asisten profesor di Departemen Pendidikan Kebutuhan Khusus, Fakultas Pendidikan Universitas Gifu (kiri), mengundang Ardian Sumarwan untuk memberikan pelatihan kepada para mahasiswa calon guru di Jepang.