05m21d

Belajar Bahasa Jepang dari Berita "Orang Asing Mendapat Pengalaman Henro (Ziarah) dengan Mengunjungi Kuil dengan Berjalan Kaki di Kagawa"

Belajar Bahasa Jepang Dari Berita

Disiarkan pada 2 Januari 2023 Tersedia hingga 25 Desember 2023

Dalam programa ini kita mempelajari bahasa Jepang dan lebih banyak mengenai negara ini dari berita yang disampaikan dalam bahasa Jepang sederhana.

Berita utama kali ini adalah "Orang Asing Mendapat Pengalaman Henro (Ziarah) dengan Mengunjungi Kuil dengan Berjalan Kaki di Kagawa" yang diunggah di situs NEWS WEB EASY pada 15 November 2022.

Kata kunci yang dibahas termasuk「お参り(おまいり)omairi」'kunjungan ke kuil' dan「熱心に(ねっしんに)nesshin-ni」'dengan penuh semangat'.

photo

[Transkripsi]

香川県(かがわけん) 外国人(がいこくじん)がお寺(てら)を歩(ある)いて回(まわ)る「遍路(へんろ)」を経験(けいけん)した
"Orang Asing Mendapat Pengalaman Henro (Ziarah) dengan Mengunjungi Kuil dengan Berjalan Kaki di Kagawa"

Inilah “Belajar Bahasa Jepang Dari Berita”. Saya Aji Rokhadi.

Dan saya Mieke Velma. Ikutilah kami mempelajari bahasa Jepang serta mengenai negara ini dari berita berbahasa Jepang.
Berita utama kali ini adalah…

香川県(かがわけん) 外国人(がいこくじん)がお寺(てら)を歩(ある)いて回(まわ)る「遍路(へんろ)」を経験(けいけん)した

“Orang Asing Mendapat Pengalaman Henro(Ziarah)Dengan Mengunjungi Kuil Dengan Berjalan Kaki Di Kagawa”.
Berita ini diterbitkan ke situs NEWS WEB EASY pada 15 November.

Mari kita tinjau sejumlah kata kunci yang akan membantu pemahaman.

お参(まい)り
kunjungan ke kuil

杖(つえ)をつく
menggunakan tongkat

熱心(ねっしん)に
dengan penuh semangat

Mari kita ingat kata-kata ini sambil mendengarkan penuh beritanya.

「四国(しこく)のお寺(てら)を歩(ある)いて回(まわ)る「遍路(へんろ)」では、弘法大師(こうぼうだいし)というお坊(ぼう)さんと関係(かんけい)がある88のお寺(てら)にお参(まい)りします。香川県高松市(かがわけんたかまつし)の屋島(やしま)で11月(がつ)12日(にち)、外国人(がいこくじん)が遍路(へんろ)を経験(けいけん)してみるイベントがありました。
アメリカ人(じん)やタイ人(じん)など10人(にん)ぐらいが集(あつ)まって、遍路(へんろ)のときの白(しろ)い服(ふく)を着(き)て、屋島(やしま)の山(やま)の上(うえ)にあるお寺(てら)まで歩(ある)きました。
途中(とちゅう)で「加持水(かじすい)」という場所(ばしょ)に行(い)きました。弘法大師(こうぼうだいし)がつえをつくと水(みず)が出(で)てきたと言(い)われていて、外国人(がいこくじん)たちは熱心(ねっしん)に説明(せつめい)を聞(き)いていました。そして、お寺(てら)に着(つ)いたあと、声(こえ)を出(だ)してお経(きょう)を読(よ)みました。
参加(さんか)した男性(だんせい)は「坂(さか)もあって歩(ある)くのは大変(たいへん)でしたが、遍路(へんろ)の服(ふく)を着(き)ると気持(きも)ちが変(か)わって、おもしろかったです」と話(はな)していました。」

Sekelompok penduduk asing dan lainnya merasakan pengalaman “Henro” yaitu rute ziarah bersejarah di kawasan Shikoku yang masih populer hingga kini. Mereka mengenakan pakaian putih tradisional dan mendaki gunung menuju satu kuil Buddha, tempat mereka membaca sutra Buddha.

Mari kita bahas sejumlah kalimat dari berita itu, dimulai dari yang berikut:

四国(しこく)のお寺(てら)を歩(ある)いて回(まわ)る「遍路(へんろ)」では、弘法大師(こうぼうだいし)というお坊(ぼう)さんと関係(かんけい)がある88のお寺(てら)にお参(まい)りします。

“Dalam "Henro" yaitu ziarah kuil-kuil di Shikoku para peserta mendatangi 88 kuil yang diasosiasikan dengan biksu Buddha bernama Kobo Daishi”.

弘法大師(こうぼうだいし) adalah tokoh legendaris dari abad ke-8 dan ke-9.

Dilahirkan di Shikoku, ia pergi ke Cina untuk mempelajari Buddhisme dan setelahnya mendirikan perguruannya sendiri setelah kembali ke Jepang. Ia juga dikenal sebagai pria yang memiliki banyak bakat, pandai dalam segalanya mulai dari seni hingga rekayasa sipil.

Dulu, 遍路(へんろ)dilaksanakan oleh peziarah Buddha. Namun, kini sudah umum orang dari segala lapisan masyarakat mengunjungi sebagian atau semua lokasi suci di sepanjang rute ziarah tersebut.

Frasa お寺(てら)にお参(まい)りする bermakna “pergi berdoa di kuil Buddha”.
お参(まい)り berasal dari kata 参(まい)る, yang merupakan bentuk merendah dari kata kerja 行(い)く atau “pergi”.

参(まい)る awalnya digunakan untuk menggambarkan tindakan mengunjungi orang dengan status sosial yang sangat tinggi. Dari situ, お参(まい)り jadi merujuk pada berdoa di kuil Shinto atau kuil Buddha, serta juga tradisi mengunjungi makam keluarga untuk menyampaikan rasa hormat dan menceritakan kabar dalam hidup kita kepada leluhur.

Kini di Jepang, sudah umum untuk memberikan penghormatan di kuil Buddha atau kuil Shinto saat libur Tahun Baru. Ini juga adalah お参(まい)り, tetapi kita biasanya merujuk pada tradisi ini sebagai 初詣(はつもうで)“kunjungan pertama ke kuil Buddha atau kuil Shinto pada tahun itu”.

Pasti Anda sudah mengenal kata itu ya. Kini, kita lanjutkan ke kalimat berikut.

弘法大師(こうぼうだいし)がつえをつくと水(みず)が出(で)てきたと言(い)われていて、外国人(がいこくじん)たちは熱心(ねっしん)に説明(せつめい)を聞(き)いていました。

“Konon air keluar saat Kobo Daishi menghentakkan tongkatnya dan orang-orang asing itu mendengarkan dengan saksama”.

杖(つえ)berarti “tongkat” yang di sini merujuk pada tongkat peziarah. Secara kebetulan, orang yang mengalami cedera kaki mungkin menggunakan apa yang disebut sebagai 松葉杖(まつばづえ)atau kruk.

Kita sering menggunakan 杖(つえ)dengan kata kerja つく. Misalnya, 杖(つえ)をついて歩(ある)く berarti “berjalan menggunakan tongkat”. つく merujuk pada penggunaan sesuatu seperti tongkat panjang guna menyangga badan.

Frasa lain yang mungkin pernah Anda dengar adalah 机(つくえ)に肘(ひじ)をつく yang berarti “menyandarkan siku ke meja”.

つく bisa juga berarti “menusuk”, “mencolok”, atau “menyodok”. Dalam berita hari ini, frasa 弘法大師(こうぼうだいし)が杖(つえ)をつくと水(みず)が出(で)てきた menggambarkan bagaimana ketika Kobo Daishi menyodokkan tongkatnya ke tanah, air menyembur keluar.

熱心(ねっしん)merujuk pada melakukan sesuatu dengan sangat “bersemangat” atau “antusias”.
Dalam berita hari ini, frasa 外国人(がいこくじん)が熱心(ねっしん)に説明(せつめい)を聞(き)いていました.
Menggambarkan bagaimana orang-orang asing yang berpartisipasi dalam ziarah itu mendengarkan secara saksama penjelasan mengenai legenda Kobo Daishi.

熱心(ねっしん)mengisyaratkan hasrat dan minat yang kuat. Contohnya, 熱心(ねっしん)に仕事(しごと)をする berarti “bekerja keras atau rajin”.

Kita juga bisa menggunakan kata 一生懸命(いっしょうけんめい). Misalnya, 一生懸命(いっしょうけんめい)に仕事(しごと)をする. Ini merujuk pada bekerja dengan “sangat keras” atau menuangkan “upaya maksimal”.

Demikian untuk kali ini.

Ikutilah edisi selanjutnya!

Sinopsis Programa