audio
Menggapai Luar Perbatasan Guna Menyelamatkan Seni Bom Atom Terkenal
Fokus Radio Jepang
13m54d

Disiarkan pada 20 Agustus 2020
Tersedia hingga 20 Agustus 2021

Ratusan ribu orang tewas saat bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Maruki Iri, seorang pelukis kelahiran Hiroshima, dan istrinya, Maruki Toshi menyaksikan kerusakan parah yang ditimbulkan bom tersebut. Selama lebih dari 30 tahun mereka menciptakan serangkaian lukisan yang dikenal sebagai "Panel Hiroshima". Lukisan-lukisan yang mengajarkan orang-orang tentang kerusakan akibat perang tersebut dipamerkan di lebih dari 20 lokasi di seluruh dunia. Bagaimanapun, karya tersebut terancam rusak karena museum swasta yang menjadi tempat lukisan itu dipamerkan kini telah tua. Jumlah pengunjung juga menurun imbas pandemi virus korona. Apa yang dilakukan guna melestarikan karya seni yang bernilai tersebut bagi generasi mendatang? (Programa ini pernah disiarkan pada 6 Agustus 2020).

photo Satu bagian dari 15 karya yang menggambarkan kehancuran akibat bom atom, "Panel Hiroshima". photo Galeri Maruki dibuka di Provinsi Saitama pada 1967 untuk memamerkan "Panel Hiroshima" secara permanen. photo Maruki Iri dan istrinya, Maruki Toshi, pencipta "Panel Hiroshima".