audio
Cawan dengan desain Burung Kicuit Batu (tembikar Mino, jenis Nezumi Shino)
Pesona Mahakarya Jepang
13m58d

Disiarkan pada 20 Oktober 2016
Tersedia hingga 31 Maret 2029

Sebuah cawan membulat yang dangkal dan terdistorsi. Sebagian besar permukaannya berwarna abu-abu namun terlihat burung kicuit dalam warna putih yang bertengger pada batu di atas air yang mengalir. Teknik yang normal adalah memberikan pigmen terlebih dahulu baru kemudian menggerus sebagiannya guna menghasilkan desainnya. Namun dalam hal ini, secara kebetulan, area tanah liatnya terlewat saat memberikan pigmen. Bentuknya kebetulan terlihat seperti batu dan maka itu memberikan peluang desain improvisasi ini. Akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 di Jepang merupakan periode aliran sosial besar-besaran akibat perang dan aktifitas ekonomi yang hidup, dan ini semua memberikan kebangkitan pada estetika yang baru. Gaya Shino yang bebas dan menerima apa adanya yang kita lihat dalam cawan ini merupakan ungkapan perwakilan kesadaran baru dalam dunia keramik. Namun pada akhirnya selera berubah lagi dan orang-orang bahkan lupa di mana karya-karya itu dibuat. Penemuan kembali tungku pembakar tembikar Mino di mana tembikar Shino dilahirkan dimulai pada abad ke-20 dan saat ini kita mengetahui peran sangat besar apa yang dimainkannya dalam keramik pada masa itu.

photo