Yoon Galakkan Rencana Kompensasi Pekerja Masa Perang Sebelum Lawatan Ke Jepang

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menjelaskan mengapa ia membuat keputusan untuk menyelesaikan isu yang sudah lama ada dengan Jepang. Yoon menggambarkan rencana kompensasi pekerja masa perang yang disusunnya sebagai janji kampanyenya dan pada akhirnya pemerintah mengimplementasikannya.

Yoon mengulangi kembali upayanya untuk memperbaiki hubungan Korea Selatan dengan Jepang menjelang lawatannya ke Jepang pada pekan mendatang.

Korea Selatan pada Senin (06/03/2023) lalu menyatakan bahwa pemerintah akan memberi kompensasi kepada warga negaranya yang dipaksa bekerja bagi perusahaan-perusahaan Jepang tertentu selama Perang Dunia Kedua dan hal itu akan dilakukan melalui yayasan terkait pemerintah, bukan melalui perusahaan Jepang.

Pemerintah Korea Selatan pada Minggu (12/03/2023) menerbitkan pernyataan yang dibuat Yoon sehari setelah pengumuman itu yang dibuat pada pertemuan Kabinet.

Yoon mengatakan ia mengimplementasikan satu janji yang dibuat dalam kampanyenya untuk jabatan presiden. Ia mengatakan setelah menjabat, ia menginstruksikan Kementerian Luar Negeri agar membuat satu solusi. Ia juga mengatakan ini adalah keputusan yang dibuat pemerintah setelah jalan yang berliku.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengunggah satu video pendek di YouTube. Dalam video itu, Yoon menekankan bahwa hubungan yang lebih baik dengan Jepang perlu dari berbagai sudut pandang termasuk keamanan, ekonomi, dan budaya. Video itu ditutup dengan ia mengatakan dirinya mengambil tanggung jawab penuh untuk keputusan tersebut.

Rencana Yoon memicu kecaman dari kelompok-kelompok sipil dan sebagian penggugat dalam gugatan terhadap perusahaan-perusahaan Jepang itu. Mereka kembali menggelar unjuk rasa penolakan di pusat kota Seoul pada Sabtu.

Yoon tampaknya mencoba mendapatkan dukungan masyarakat terhadap rencana tersebut menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio. Yoon dijadwalkan tiba di Jepang pada Kamis (16/03/2023).