CDC: Kasus Flu Burung Di Kamboja Berasal Dari Unggas

Para pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) mengatakan kasus-kasus flu burung yang ditemukan baru-baru ini di dua warga Kamboja, yang salah satunya meninggal dunia, tidak menunjukkan adanya transmisi dari manusia ke manusia.

Seorang gadis 11 tahun dari sebuah desa di Kamboja tenggara meninggal dunia bulan lalu setelah tertular virus flu burung H5N1. Ayahnya juga dites positif terkena virus itu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menganalisis dua kasus itu dan merilis hasil-hasilnya pada Kamis (02/03/2023).

Menurut CDC, penyelidikannya menyatakan kasus itu diakibatkan penularan dari unggas ke manusia.

Para pejabat kesehatan mengatakan ayah dan anak itu memelihara unggas dan terdapat kesempatan melakukan kontak dengan unggas yang terinfeksi.

CDC mengatakan pihaknya tidak mengidentifikasi perubahan genetik apa pun yang dapat menyebabkan transmisi dari manusia ke manusia maupun penurunan kerentanan terhadap obat antiviral influenza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah menerima laporan penularan virus H5N1 dari unggas ke mamalia, memicu otoritas kesehatan di penjuru dunia meningkatkan kewaspadaan.