Jepang Larang Maskapai Belarus Masuki Wilayah Udaranya

Pemerintah Jepang menyatakan tidak akan mengizinkan maskapai penerbangan Belarus untuk memasuki wilayah udara negaranya di tengah kritik internasional terhadap negara itu atas insiden pendaratan paksa sebuah pesawat yang membawa seorang jurnalis pembangkang.

Otoritas Belarus bulan lalu memerintahkan sebuah pesawat yang ditumpangi Roman Protasevich untuk mendarat di ibu kota Minsk saat melintasi wilayah udara negara itu. Protasevich kemudian ditahan. Ia selama ini mengampanyekan penentangan terhadap pemerintah Belarus.

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Kato Katsunobu pada Kamis (10/06/2021) menyampaikan kepada wartawan bahwa insiden serupa bisa kembali terjadi karena pemerintah Belarus tidak mengakui bahwa tindakannya salah. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengimbau maskapai penerbangan Jepang untuk menghindari wilayah udara Belarus.

Kato juga mengatakan bahwa Jepang tidak akan mengizinkan maskapai Belarus untuk terbang ke negara itu berdasarkan fakta bahwa pendaratan paksa tersebut bisa jadi melanggar Konvensi Penerbangan Sipil Internasional.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Jepang tidak akan merampungkan kesepakatan apa pun dengan Belarus untuk membuka rute penerbangan.

Kato menegaskan kembali kritik Jepang atas pendaratan paksa itu serta apa yang ia sebut penahanan semena-mena atas individu tertentu yang berada di pesawat. Ia mendesak Belarus agar membebaskan jurnalis tersebut.