PBB: 100.000 Orang Mengungsi Di Myanmar Timur

Kantor PBB di Myanmar memperkirakan 100.000 orang mengungsi di bagian timur negara tersebut karena pertempuran antara warga sipil bersenjata dan pasukan keamanan.

Pada Selasa (08/06/2021) kantor tersebut mengungkapkan kekhawatiran mengenai “situasi keamanan dan kemanusiaan yang memburuk dengan cepat di Negara Bagian Kayah” karena kekerasan tengah meningkat antara pasukan keamanan dan warga sipil yang menentang kekuasaan militer.

Kantor itu mengatakan pasukan keamanan tanpa pandang bulu menyerang warga sipil, karena itu para pengungsi telah melarikan diri ke kawasan yang relatif aman dan hutan.

PBB menyerukan “seluruh pihak untuk segera mengambil tindakan dan pencegahan yang diperlukan guna melindungi warga sipil” yang tidak ikut dalam pertempuran.

Kantor itu menambahkan bahwa “orang-orang yang melarikan diri dan mereka yang masih berada di lokasi yang terkena dampak pertempuran yang tengah berlangsung membutuhkan makanan, air, tempat penampungan, bahan bakar, dan akses ke layanan kesehatan.”

PBB menyerukan kepada pasukan keamanan “agar mengizinkan perjalanan yang aman bagi pasokan bantuan dan personel kemanusiaan.”