Media Korsel Terpecah Atas Putusan Pengadilan

Media Korea Selatan terpecah terkait penolakan satu pengadilan atas gugatan kompensasi buruh masa perang yang diajukan oleh sejumlah warga Korea Selatan dan keluarganya terhadap 16 perusahaan Jepang.

Putusan yang dikeluarkan pengadilan distrik di Seoul, Senin (07/06/2021) itu berlawanan dengan putusan Mahkamah Agung atas kasus serupa di tahun 2018. Putusan itu memerintahkan satu perusahaan Jepang untuk membayar kerugian.

Surat-surat kabar utama memberikan liputan besar terhadap isu tersebut pada hari Selasa (08/06/2021).

Surat kabar Chosunilbo menilai putusan Mahkamah Agung itu tidak masuk akal.

Media itu mengutip hakim ketua yang mengatakan bahwa Mahkamah Agung tidak memperhitungkan hubungan internasional dan menuruti sentimen publik terhadap Jepang.

Surat kabar JoongAng Ilbo menurunkan editorial yang menyebutkan bahwa putusan yang berlawanan itu telah merusak logika pemerintah Korea Selatan untuk menghormati putusan pengadilan. Media itu mengatakan upaya aktif harus dilakukan guna menyelesaikan isu ini secara diplomatis, melalui perundingan dengan Jepang.

Sementara itu, editorial surat kabar progresif Hankyoreh bersikap kritis, dengan merujuk pada komentar pengadilan yang menyatakan bahwa hubungan dengan Jepang dan Amerika Serikat dapat terganggu. Media itu mengatakan nilai-nilai politik dan diplomatik sepihak mencampuri putusan itu. Ditambahkannya, putusan itu akan menciptakan kericuhan yudisial dan memperlambat bantuan bagi para korban.