Pengadilan Seoul Tolak Gugatan Atas Tenaga Kerja Masa Perang

Sebuah pengadilan distrik di Seoul telah menolak gugatan kerugian yang diajukan oleh sekelompok rakyat Korea Selatan yang mengatakan mereka dipaksa bekerja bagi perusahaan Jepang saat Perang Dunia Kedua.

Sejumlah 85 mantan pekerja dan keluarganya memulai gugatan tersebut terhadap 16 perusahaan Jepang pada 2015. Mereka menuntut kompensasi 100 juta won, atau sekitar 90.000 dolar untuk setiap orang.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Senin (07/06/2021), memutuskan bahwa para penggugat tidak dapat mengeklaim hak hukum terhadap kerugian dari Jepang sebagai individu.

Ini merupakan pertama kalinya sebuah pengadilan Korea Selatan menolak gugatan sejenisnya sejak putusan pada 2018. Pada waktu tersebut, Mahkamah Agung Korea Selatan mengakui hak individu terhadap klaim kerugian dan memerintahkan sebuah perusahaan Jepang untuk membayarnya.

Pemerintah Jepang mempertahankan bahwa hak guna mengeklaim kompensasi telah diselesaikan secara menyeluruh dan final dalam kesepakatan tahun 1965, yaitu saat kedua negara menormalisasikan hubungan.

Putusan Senin itu mengatakan apabila pengadilan menegakkan klaim tersebut, maka hal itu akan berlawanan dengan prinsip hukum internasional.

Para penggugat mengatakan mereka berniat segera mengajukan banding atas putusan tersebut.