Cina Peringatkan Kehati-hatian Atas Sanksi Bagi Myanmar

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN atas situasi di Myanmar. Namun, ia juga memperingatkan agar berhati-hati dalam menerapkan sanksi sepihak terhadap Myanmar.

Wang Yi bertemu dengan para menteri luar negeri negara-negara anggota Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Kota Chongqing, Cina, Senin (07/06/2021).

Wunna Maung Lwin, menteri luar negeri yang ditunjuk oleh militer Myanmar setelah kudeta, juga berpartisipasi.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan para menteri tersebut membahas lima poin konsensus yang disepakati pada pertemuan pemimpin ASEAN bulan April lalu.

Kesepakatan tersebut menyerukan penghentian segera kekerasan di Myanmar dan seorang utusan dikirim guna menengahi perundingan antara pihak militer dan kubu prodemokrasi, serta sejumlah langkah lainnya.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi setelahnya mengatakan kepada para wartawan bahwa adalah tugas ASEAN untuk segera menerapkan kesepakatan itu.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan Wang mengutarakan dukungan bagi upaya untuk menerapkan kesepakatan lima poin tersebut dalam kerangka kerja ASEAN.

Wang juga menyampaikan kepada pertemuan itu bahwa Cina bersama dengan negara-negara ASEAN menyerukan negara-negara lain agar menghindari sanksi sepihak dan intervensi tidak layak atas Myanmar.

Pernyataan itu tampaknya merupakan peringatan terhadap negara-negara Barat agar tidak menerapkan sanksinya kepada Myanmar.