Jurnalis Belarus Mengaku Dalam Wawancara TV

Televisi pemerintah Belarus menyiarkan wawancara dengan seorang jurnalis pembangkang yang "mengaku menyelenggarakan sejumlah aksi yang dapat mengganggu ketertiban sosial."

Roman Protasevich ditahan oleh otoritas Belarus bulan lalu setelah sebuah pesawat komersial yang ia tumpangi dialihkan dan dipaksa mendarat di sebuah bandara di ibu kota Minsk.

Masyarakat internasional mengkritik langkah yang dilakukan pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko tersebut dan menyerukan pembebasan jurnalis itu.

Pada Kamis (03/06/2021), televisi pemerintah Belarus menyiarkan wawancara dengan Protasevich yang berlangsung selama 90 menit.

Rekaman video tersebut menunjukkan dirinya berbicara mengenai seruan bagi unjuk rasa menyusul pemilihan presiden yang digelar Agustus lalu.

Ia menyatakan dalam wawancara itu bahwa tidak mengherankan orang-orang menyebutnya pengkhianat, tetapi ia tidak menghiraukannya. Ia juga mengutarakan rasa hormat terhadap Lukashenko.

Ayahnya, Dmitry Protasevich, memberi tahu kantor berita AFP bahwa video tersebut merupakan hasil dari perlakuan kejam, siksaan, dan ancaman.