Biden Larang Investasi Di Puluhan Perusahaan Cina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang warga Amerika berinvestasi di puluhan perusahaan Cina. Perintah tersebut menuduh bahwa perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan Beijing selama ini mengembangkan teknologi pengintaian yang berhubungan dengan pelanggaran hak asasi manusia.

Presiden Biden dalam pernyataannya mengatakan bahwa penggunaan teknologi Cina untuk memfasilitasi pelanggaran hak asasi manusia yang serius merupakan ancaman terhadap keamanan nasional dan kebijakan AS.

Perintah itu memperluas perintah sebelumnya yang dikeluarkan mantan presiden Donald Trump pada November tahun lalu. Perintah tersebut melarang investasi AS pada saham-saham sejumlah perusahaan Cina, termasuk raksasa telekomunikasi Huawei.

Pemerintahan Biden selama ini bersikap kritis terhadap Cina mengenai isu-isu hak asasi manusia di Kawasan Otonomi Xinjiang Uygur.

Gedung Putih mengatakan total 59 perusahaan akan dimasukkan ke dalam daftar itu saat perintah baru tersebut mulai berlaku pada 2 Agustus.