Cina Dan Jepang Bahas Isu Maritim

Pejabat-pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang dan Cina menggelar sebuah pertemuan daring guna membahas isu-isu maritim bilateral.

Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Jepang, Funakoshi Takehiro, berbicara selama dua jam pada Kamis (03/06/2021) melalui video dengan perwakilan dari Cina, Hong Liang, yang merupakan Direktur Jenderal Departemen Urusan Perbatasan dan Samudra.

Funakoshi menegaskan kembali kekhawatiran Jepang soal aktivitas Cina di Laut Cina Timur baru-baru ini.

Ia memaparkan bahwa hingga Kamis, kapal-kapal Penjaga Pantai Cina berlayar melintasi sebuah kawasan yang diketahui sebagai zona tambahan tepat di luar wilayah perairan Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku selama 11 hari berturut-turut. Jumlah ini menjadi rekor. Ia mendesak Cina untuk menahan diri dari melakukan kegiatan semacam ini.

Jepang menguasai kepulauan tersebut. Cina dan Taiwan mengeklaimnya. Pemerintah Jepang mempertahankan sikap tidak ada isu kedaulatan.

Funakoshi juga menjelaskan posisi Jepang soal rencananya untuk membuang air yang telah diolah dari PLTN Fukushima Daiichi yang rusak ke laut. Pemerintah Jepang mengatakan sebelum dibuang, air yang mengandung radioaktif tritium akan diencerkan ke tingkat konsentrasi yang lebih rendah dari yang ditetapkan regulasi nasional.

Funakoshi menyampaikan kekhawatiran soal beberapa informasi yang disebarkan Cina terkait isu tersebut. Ia merujuk pada unggahan media sosial yang menggambarkan juru bicara kementerian luar negeri Cina tengah mengejek rencana Jepang untuk membuang air yang telah diolah itu.

Para pejabat menegaskan kembali bahwa kedua negara akan mempercepat upaya untuk membentuk sebuah tautan komunikasi saluran siaga antara pejabat pertahanan kedua negara guna mencegah bentrokan yang tidak disengaja antara Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang dan pasukan militer Cina.