Oposisi Israel Sepakati Koalisi Pemerintah

Partai oposisi Israel menyatakan telah sepakat untuk membentuk koalisi pemerintah. Jika disetujui parlemen, koalisi ini bisa menggulingkan Benjamin Netanyahu dari kursi perdana menteri.

Yair Lapid, pemimpin partai oposisi terbesar Yesh Atid, menyampaikan pengumuman itu pada Rabu (02/06/2021), sekitar 30 menit sebelum tenggat waktu baginya untuk membentuk koalisi mayoritas.

Lapid mengatakan telah melaporkan kepada Presiden Israel mengenai kesepakatan antara delapan partai tersebut, termasuk partai sayap kanan Yamina, serta partai Arab dan sayap kiri.

Di bawah kesepakatan itu, pemimpin Yamina, Naftali Bennett, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun, kemudian akan digantikan oleh Lapid pada Agustus 2023.

Pemungutan suara di parlemen mengenai rencana tersebut diperkirakan akan segera berlangsung.

Perhatian kini terpusat pada persetujuan koalisi tersebut karena akan mendapat penentangan dari partai Likud sayap kanan pimpinan Netanyahu serta pihak lainnya.

Negosiasi yang ditujukan untuk membentuk koalisi telah mengalami kebuntuan sejak pemilu yang digelar Maret lalu. Pemilu tersebut merupakan yang keempat dalam dua tahun terakhir di Israel.

Partai pimpinan Netanyahu memenangkan kursi terbanyak, tetapi gagal membentuk koalisi baru yang berkuasa sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Benyamin Netanyahu menjabat perdana menteri sejak 2009.