Sekolah Di Myanmar Kembali Dibuka, Guru & Murid Boikot

Militer Myanmar telah membuka kembali sekolah di seluruh negeri setelah penutupan sekolah diberlakukan sebagai upaya melawan virus korona. Namun, banyak guru dan murid menolak untuk kembali ke kelas sebagai bentuk protes terhadap junta militer.

Sekolah dibuka kembali pada Selasa (01/06/2021), di hari semester baru dimulai di negara tersebut. Seluruh SMA telah ditutup sejak Agustus 2020 sementara SD dan SMP telah ditutup lebih dari setahun.

Di Yangon, kota terbesar negara tersebut, hanya sejumlah siswa yang kembali ke kelas mereka.

Sebagai perlawanan terhadap kudeta militer pada bulan Februari, banyak guru di Myanmar memutuskan untuk memboikot kelas karena mereka menganggap kembali ke sekolah sama saja dengan menerima pemerintahan junta.

Kelompok-kelompok guru mengatakan militer telah menangguhkan atau memecat sekitar 126.000 guru hingga akhir Mei.

Banyak warga sipil juga enggan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di bawah kekuasaan militer. Kelompok itu mengatakan hanya sekitar 30 persen siswa yang menyelesaikan prosedur yang dibutuhkan untuk mengikuti kelas sebelum sekolah kembali dibuka.