OECD Revisi Naik Prospek Global, Turunkan Prospek Jepang

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menaikkan proyeksinya atas pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Namun, badan tersebut menurunkan proyeksinya terhadap Jepang, dengan menyebut alasan pelaksanaan vaksinasi yang lambat serta melonjaknya penularan.

OECD merilis prospek terbarunya itu pada Senin (31/05/2021). Badan tersebut memperkirakan perekonomian global akan tumbuh sebanyak 5,8 persen tahun ini, naik dari ramalan 5,6 persen pada bulan Maret.

Kepala Ekonom OECD Laurence Boone mengatakan bahwa prospek bagi perekonomian global telah cukup membaik dalam beberapa bulan terakhir dan ramalannya makin cerah. Maka dari itu, pihaknya merevisi naik proyeksinya untuk 2021 ke tingkat pertumbuhan tertinggi sejak 1973.

Laporan tersebut menyatakan pelaksanaan vaksinasi yang stabil di negara-negara maju mulai memungkinkan aktivitas kontak fisik jarak dekat yang sebelumnya tidak dimungkinkan dalam langkah penanggulangan virus.

Perekonomian Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan tumbuh 6,9 persen. Nilai ini naik dari perkiraan sebelumnya bagi AS, yaitu 6,5 persen.

Cina diperkirakan akan tumbuh 8,5 persen, naik dari 7,8 persen.

Namun, tingkat bagi Jepang diturunkan menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 2,7 persen. OECD mengatakan bahwa pemberlakuan kembali langkah-langkah pembatasan awal tahun ini telah merusak prospek tersebut.

Badan tersebut juga mengatakan pemulihan yang lebih kuat dimungkinkan dengan kesuksesan dalam mengurangi penularan serta kemajuan dalam vaksinasi.

Namun, pihaknya memperingatkan bahwa pemulihan apa pun dapat terganggu oleh berlanjutnya penyebaran penularan. Hal tersebut bisa berdampak pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo sehingga makin menghambat pemulihan.