Osaka Didenda Karena Boikot Konferensi Pers

Petenis Jepang Osaka Naomi didenda 15.000 dolar karena melewatkan konferensi pers di Prancis Terbuka.

Penyelenggara turnamen Grand Slam itu memperingatkan bahwa Osaka mungkin terancam didiskualifikasi dari turnamen ini dan dilarang ikut serta dalam turnamen Grand Slam di masa depan jika terus mengabaikan “kewajiban media sesuai kontrak”.

Para pejabat tinggi turnamen empat Grand Slam mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (30/05/2021) setelah Osaka memboikot konferensi pers usai meraih kemenangan di babak pertama Prancis Terbuka.

Osaka mengumumkan keputusannya melalui Twitter beberapa hari lalu untuk tidak ikut dalam seluruh konferensi pers pascapertandingan di turnamen itu. Ia menuliskan bahwa ia sering merasa orang-orang tidak peduli dengan kesehatan mental atlet.

Setelah pengumuman Osaka itu, penyelenggara turnamen dalam pernyataannya meminta petenis tersebut untuk mempertimbangkan kembali posisinya dan tidak berhasil dalam upaya untuk memeriksa kondisinya.

Pihak penyelenggara mengatakan, “Elemen penting dalam aturan Grand Slam adalah tanggung jawab pemain untuk terlibat dengan media, apa pun hasil pertandingannya, tanggung jawab yang diambil oleh pemain untuk kepentingan olahraga, penggemar, dan dirinya sendiri.”

Para pejabat penyelenggara Grand Slam menambahkan, “Seperti yang mungkin telah diperkirakan, pelanggaran berulang akan dikenakan sanksi yang lebih keras termasuk dicoret dari turnamen dan memicu penyelidikan besar yang dapat menyebabkan denda yang lebih besar serta larangan untuk ikut serta dalam turnamen Grand Slam di masa depan.”