Atlet Myanmar Unjuk Rasa Terhadap Kudeta

Semakin banyak atlet di Myanmar mengungkapkan ketidakpuasannya dengan kudeta militer 1 Februari.

Satu kelompok HAM setempat mengatakan lebih dari 800 pengunjuk rasa sipil telah terbunuh dalam pemberantasan oleh Militer di seluruh Myanmar.

Sentimen antimiliter tengah meningkat di dunia olahraga yang secara tradisional melarang adanya aktivitas atau keterlibatan politik.

Sejumlah pemain sepak bola Myanmar menolak untuk bergabung dengan tim nasional saat melawan Jepang dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Zaw Min Tun merupakan salah satu yang menolak untuk berpartisipasi dalam pertandingan tersebut. Ia telah menjadi pemain tim nasional selama sekitar 10 tahun.

Kepada NHK ia mengatakan memboikot pertandingan itu karena ingin berdiri bersama orang-orang di Myanmar. Ia memutuskan untuk berpihak dengan keadilan.

Perenang andalan Myanmar yang memegang rekor nasional negara tersebut dan diperkirakan akan lolos ke Olimpiade Tokyo mengumumkan niatnya untuk memboikot ajang tersebut.

Perenang itu mengatakan jika ia berkompetisi di Olimpiade Tokyo sementara militer masih memegang kendali negaranya, partisipasinya akan digunakan sebagai propaganda oleh junta.