Upacara Kematian Bagi Wishma Sandamali Digelar

Sekitar 400 orang turut hadir dalam upacara kematian di sebuah kuil Buddha di pusat Tokyo pada Sabtu (29/05/2021). Upacara itu digelar bagi Wishma Sandamali, seorang wanita Sri Lanka yang meninggal saat tengah ditahan di biro imigrasi di Nagoya pada Maret.

Keluarga Wishma dan para pendukungnya meletakkan karangan bunga di altar dan berdoa sambil diiringi lantunan mantra yang dibacakan para biksu dalam Bahasa Sri Lanka dan Jepang.

Wishma yang tutup usia pada umur 33 tahun pada pertengahan Januari mengeluhkan kesehatan yang memburuk tetapi hanya diperiksa oleh dokter-dokter di fasilitas itu dan tidak dirawat di rumah sakit.

Badan Layanan Imigrasi tengah menyelidiki apakah kasusnya ditangani dengan tidak layak.

Dalam sebuah pertemuan, keluarga Wishma meminta Menteri Kehakiman Kamikawa Yoko untuk menjelaskan kondisi yang mengarah pada kematian Wishma dan agar rekaman selama ia ditahan dirilis. Namun, Badan Layanan Imigrasi menolak permintaan tersebut.

Adik perempuan Wishma, Wayomi, mengatakan bahwa kakaknya mencintai Jepang dan ia tidak bisa percaya kakaknya meninggal dalam keadaan yang sangat buruk seperti itu.

Seorang pria berusia 70-an tahun mengatakan Wishma pasti sangat menyesal hanya dapat hidup separuh dari usianya dan ia ingin agar pemerintah Jepang dengan serius menghadapi isu terkait peraturan imigrasi dan cara memperlakukan orang-orang di tahanan.