Warga Muda Tokyo Tetap Keluar Untuk Aktivitas Nonesensial

Sebuah survei menemukan bahwa sekitar tiga perempat warga muda Tokyo merencanakan aktivitas nonesensial di tengah keadaan darurat virus korona.

Pemerintah Jepang memperpanjang keadaan darurat bagi 9 provinsi, termasuk ibu kota, hingga 20 Juni. Para pejabat mendesak warga agar tidak keluar untuk hal-hal yang nonesensial.

Pemerintah Metropolitan Tokyo mengadakan survei daring bulan ini kepada warga berusia antara 15 hingga 39 tahun. Sebanyak 1.300 orang memberikan jawaban.

Para responden ditanya berapa hari sepekan mereka berencana keluar rumah selain pergi ke sekolah atau bekerja selama keadaan darurat.

Sekitar 75 persen mengatakan mereka memiliki rencana termasuk 27 persen yang menjawab "satu hari" dan 19 persen yang mengatakan "dua hari."

Mereka juga ditanya mengenai tujuan pergi keluar. Dengan jawaban lebih satu yang diizinkan, 70 persen yaitu sebagian besar menjawab "berbelanja." Sebanyak 40 persen mengatakan "berolahraga", dan 21 persen mengatakan "makan di luar maupun di dalam ruangan."

Responden ditanya mengapa mereka berencana keluar, dan 34 persen, yaitu paling banyak, mengatakan tidak menganggap rencana keluar mereka sebagai hal yang nonesensial.

Para pejabat pemerintah mengatakan mereka akan mencari cara-cara yang lebih efektif untuk membuat pesan mengenai pandemi sampai ke generasi yang lebih muda.