Pakar Bahas Langkah Bagi Desa Atlet

Para pakar kesehatan umum membahas langkah keselamatan menanggulangi virus korona bagi Desa Olimpiade menjelang dilaksanakannya ajang tersebut.

Komite penyelenggara setempat serta Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menetapkan panduan guna memastikan keselamatan seluruh penghuni desa itu, sekaligus menyeimbangkan sejumlah pertimbangan terkait dengan kinerja para atlet.

Para atlet dan ofisial diharuskan untuk menjalani tes harian. Panduan lainnya menetapkan mengenai tata cara makan di tempat-tempat penginapan tersebut.

Para pakar menyebutkan alasan perlu adanya ruang yang cukup bagi isolasi mandiri, jika terjadi kasus penularan. Mereka juga menyerukan sejumlah langkah untuk memperpendek waktu tunggu pada klinik dan menghindari kerumunan di aula makan.

Tidak hanya atlet, para penggemar olahraga juga memiliki risiko potensial menyebarkan penularan.

Pemerintah Metropolitan Tokyo berencana menetapkan enam lokasi bagi masyarakat untuk menonton di ibu kota ini. Salah satu pakar mengatakan tempat seperti itu mungkin perlu memberi peringatan kepada para peserta.

Saito Tomoya dari Institut Nasional Penyakit Menular mengatakan, “Menciptakan tempat-tempat bagi para penggemar untuk berkumpul, bermakna adanya kemungkinan peningkatan alur manusia. Berdasarkan apa yang telah kami alami sejauh ini, hal tersebut dapat menjadi risiko potensial penyebaran virus korona.”

Sementara itu, Gubernur Tokyo Koike Yuriko mengatakan penundaan lagi Olimpiade dan Paralimpade akan sulit dilakukan. Menurutnya, “Pada dasarnya, saya rasa ajang tersebut akan sepenuhnya berbeda jika ditunda. Para atlet mungkin berubah motivasi dan persiapan fisiknya.”

Presiden Komite Penyelenggara Tokyo, Hashimoto Seiko, mengatakan jumlah penonton dalam negeri akan diputuskan setelah status keadaan darurat dicabut. Para penonton dari luar negeri sudah dilarang ikut serta.

Presiden IOC Thomas Bach menyampaikan kepada para atlet, Kamis (27/05/2021), untuk datang ke Tokyo dengan kepercayaan diri.

Bach mengatakan Tokyo merupakan kota yang paling siap untuk Olimpiade yang pernah ada. Sebelumnya, ia mengatakan sekitar 80 persen atlet diperkirakan akan divaksinasi. Ia juga mendesak seluruh atlet Olimpiade agar mendapatkan vaksinasi jika memungkinkan.