Jepang Bersiap Perpanjang Keadaan Darurat

Pemerintah Jepang dijadwalkan akan memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan wilayah lainnya selama tiga pekan.

Keadaan darurat bagi ibu kota Jepang tersebut dan delapan provinsi lainnya dijadwalkan berakhir pada Senin (31/05/2021).

Para pejabat berencana memperpanjang keadaan darurat hingga 20 Juni, hari yang sama berakhirnya keadaan darurat di Okinawa. Okinawa ditambahkan ke dalam daftar itu setelah yang lain sehingga provinsi di Jepang selatan tersebut memiliki tanggal berakhir yang lebih lama.

Perdana Menteri Suga Yoshihide diperkirakan akan membuat keputusan akhir pada Jumat (28/05/2021) setelah berkonsultasi dengan panel pakar.

Perjuangan Tokyo melawan virus korona menunjukkan hasil yang lambat. Meski kasus baru menurun, akan tetapi jumlah harian pada satu pekan terakhir masih tinggi sekitar 600.

Pakar menyebutkan lebih dari 80 persen kasus berasal dari galur yang lebih mudah menular yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Situasi yang lebih mencemaskan adalah klaster penularan yang terkait dengan sebuah varian yang melumpuhkan rumah sakit di India. Para pakar memperingatkan bahwa galur ini dapat menjadi lebih umum di Jepang.

Gubernur Tokyo Koike Yuriko mengatakan pada Kamis bahwa Tokyo masih pada tahap awal proses vaksinasi sehingga tidak memiliki pilihan selain terus menerapkan langkah pencegahan penularan secara menyeluruh.

Otoritas kesehatan di penjuru Jepang memastikan lebih dari 4.100 kasus baru dengan 119 kematian pada Kamis.