PBB Upayakan Dialog Untuk Mengakhiri Kekerasan Di Myanmar

Utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, menyerukan sebuah dialog inklusif yang melibatkan semua pihak terkait untuk secepatnya mengakhiri kekerasan di negara itu.

Burgener mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara bersama NHK pada Rabu (26/05/2021). Ia tengah mengunjungi Jepang untuk berbincang dengan Menteri Luar Negeri Motegi Toshimitsu dan para pakar mengenai Myanmar.

Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan seluruh pihak terkait harus mencari pemahaman bersama dan bergabung dalam dialog inklusif untuk mendapatkan solusi damai.

Ia mengatakan kekerasan berlanjut di Myanmar dan timbul korban setiap hari. Oleh karena itu, harus ada bantuan bagi orang-orang di lapangan. Ia menekankan bahwa waktunya hampir habis untuk dialog.

Burgener menambahkan bahwa pemerintah Jepang memiliki hubungan yang sangat baik dengan seluruh pihak terkait dan ia mengharapkan Jepang bisa ikut serta dalam dialog yang digagasnya.

Saat ditanya pendapatnya tentang apakah Jepang juga harus memberikan sanksi terhadap militer Myanmar, ia mengatakan bahwa keputusan atas hal itu tergantung pada tiap negara anggota.

Burgener telah melakukan kontak dengan kubu prodemokrasi di Myanmar dan para pejabat di negara-negara sekitarnya. Pada April lalu, ia berdialog dengan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, di Jakarta.