Kepolisian Makau: Peringatan Insiden Tiananmen Ilegal

Aparat kepolisian di Makau tahun ini melarang acara peringatan korban pemberantasan militer 1989 terhadap para pengunjuk rasa di Lapangan Tiananmen Beijing. Mereka mengatakan acara berkumpul ini ilegal.

Koordinator acara itu mengatakan pihak kepolisian memberi tahu mereka pada Selasa (25/05/2021) bahwa kali ini mereka tidak mengizinkan acara itu digelar dengan mengatakan akan melanggar kedaulatan, keamanan, perkembangan, dan kepentingan Cina.

Acara ini diadakan setiap tahun di Makau pada tanggal 4 Juni, hari ketika tentara Cina memberantas serangkaian unjuk rasa prodemokrasi yang dipimpin para mahasiswa lebih dari 30 tahun lalu.

Acara peringatan di Makau ini memberikan kesempatan untuk mendoakan para korban pemberantasan itu dan menyerukan otoritas untuk mengungkap insiden tersebut.

Tahun lalu, otoritas tidak memberikan izin pengadaan acara itu dengan alasan pandemi virus korona. Namun, dikatakan bahwa tahun ini adalah pertama kalinya acara tersebut dilarang atas dasar legalitas.

Perdebatan publik atas insiden Tiananmen selama ini menjadi hal tabu di Cina daratan. Keputusan terbaru kepolisian Makau itu dibuat dengan menghormati niat pemerintahan Cina.

Koordinator acara itu mengatakan acara berkumpul tahunan ini tidak pernah dinyatakan ilegal sejak Makau kembali ke pemerintahan Cina. Menurut mereka, keputusan ini adalah represi politik yang jelas dan melanggar hak warga untuk berkumpul dan berserikat.

Sejumlah kelompok masyarakat di Hong Kong juga berencana untuk menggelar acara serupa guna mengenang insiden di Tiananmen.