Moderna Ingin Penggunaan Vaksin Bagi Remaja Disetujui

Perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Moderna mengatakan akan berupaya untuk memperluas penggunaan vaksin COVID-19 buatannya bagi orang-orang berusia 12 tahun ke atas, setelah mengonfirmasi pemberian suntikan itu aman dan efektif bagi remaja.

Moderna mengumumkan hasil studi klinis terhadap sekitar 3.700 remaja berusia 12 hingga 17 tahun pada Selasa (25/05/2021).

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS mengizinkan penggunaan darurat bagi orang berusia 18 tahun ke atas pada Desember.

Dalam studi itu, tingkat efikasi vaksin mencapai 93 persen dipantau lebih dari 14 hari setelah dosis pertama diberikan. Moderna mengatakan bahwa menyusul dosis kedua, tidak ada kasus COVID-19 yang terpantau setelah 14 hari.

Perusahaan itu menyebutkan tidak ada kekhawatiran masalah keamanan yang signifikan yang teridentifikasi hingga saat ini. Hal itu dilaporkan konsisten dengan sebuah studi, yang melibatkan orang-orang berusia 18 tahun ke atas. Perusahaan itu mengatakan akan terus memantau para partisipan studi tersebut.

Moderna mengatakan "akan menyerahkan hasil ini kepada FDA AS dan regulator secara global pada awal Juni, serta meminta izin" untuk memperluas penggunaan vaksin tersebut bagi remaja berusia 12 hingga 17 tahun.

Sebuah vaksin yang dikembangkan perusahaan AS Pfizer dan mitranya dari Jerman BioNTech telah mendapatkan persetujuan dari Amerika Serikat untuk digunakan bagi orang berusia 12 tahun ke atas.