Perpanjangan Deklarasi Darurat Dianggap Tak Terhindarkan

Semakin banyak pandangan yang menganggap status keadaaan darurat mungkin perlu diperpanjang melampaui tanggal berakhir yang dijadwalkan pada 31 Mei bagi sembilan provinsi.

Hingga kini sudah satu bulan sejak diberlakukannya status keadaan darurat ketiga Jepang yang awalnya ditetapkan untuk Tokyo dan tiga provinsi di wilayah barat negeri ini. Langkah tersebut kemudian diperluas untuk mencakup 10 provinsi dengan dimasukkannya Okinawa, Minggu (23/05/2021).

Deklarasi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei bagi semua provinsi kecuali Okinawa.

Perdana Menteri Suga Yoshihide, Senin (24/05/2021), mengatakan pemerintah akan mengkaji situasi penularan dan mendengar opini para pakar sebelum membuat keputusan atas sembilan provinsi tersebut pada akhir pekan ini.

Makin banyak pejabat pemerintah yang memandang tingkat penularan tampaknya tidak akan cukup membaik hingga akhir Mei.

Selain itu, sejumlah orang mengatakan pemerintah harus melakukan yang terbaik di bawah status ini guna mengekang penyebaran virus, terutama varian virus korona yang pertama kali dideteksi di India.

Pada pekan ini pemerintah berencana untuk secara cermat mempertimbangkan durasi kemungkinan perpanjangan serta langkah-langkah lainnya guna menangani situasi ini.

Sementara itu di Osaka, pemerintah provinsi, Selasa (25/05/2021) memutuskan untuk meminta agar deklarasi tersebut diperpanjang.