Virus Korona Dikhawatirkan Melonjak Di Gaza

Di Timur Tengah, gencatan senjata berlangsung antara Israel dan militan Palestina, tetapi penularan virus korona dikhawatirkan menyebar di Jalur Gaza. Salah satu alasannya adalah vaksinasi yang berjalan lambat.

Sebuah klinik di Gaza utara merupakan satu-satunya pusat vaksinasi untuk wilayah tersebut. Namun, operasi klinik tersebut dihentikan setelah serangan udara Israel. Setidaknya 400 dosis vaksin dilaporkan turut hancur dalam serangan tersebut.

Serangan udara itu juga semakin memperburuk sistem perawatan medis Gaza. Otoritas kesehatan Gaza mengatakan dua dokter tewas dalam serangan itu.

Salah satu institusi medis terbesar di Gaza juga harus menghentikan seluruh layanannya saat sebuah bangunan di dekatnya dibom.

Banyak warga sipil kehilangan rumah mereka dalam serangan 11 hari tersebut. Saat ini juga muncul kekhawatiran bahwa virus korona bisa menyebar di tempat pengungsian warga.

Pada satu waktu, sekitar 70.000 warga mengungsi di sekolah-sekolah yang dikelola oleh PBB. Sebanyak 50 orang dilaporkan tinggal di setiap ruangan kelas dengan jumlah masker yang tidak mencukupi bagi semua orang.

Badan Pengungsi dan Upaya Pemulihan Palestina PBB (UNRWA) berusaha melindungi para pengungsi dari virus korona.