Survei: Waktu Kerja Jepang Saat Pandemi Lebih Pendek

Sebuah survei NHK baru-baru ini menunjukkan bahwa masyarakat Jepang menghabiskan waktu lebih sedikit untuk bekerja dan lebih banyak orang mengubah waktu berangkat ke tempat kerja di tengah pandemi virus korona.

NHK melakukan survei ini setiap lima tahun sekali mengenai bagaimana orang-orang menghabiskan waktu mereka. Oktober lalu sekitar 4.200 orang mencatat kegiatan mereka selama periode dua hari.

Hasil survei menunjukkan bahwa pria bekerja selama rata-rata 7 jam dan 52 menit per hari, yaitu turun 35 menit dibandingkan survei sebelumnya. Sementara, wanita rata-rata bekerja selama 5 jam dan 42 menit, turun 31 menit.

Survei ini juga menunjukkan perubahan pada waktu berangkat ke tempat kerja. Persentase orang-orang yang berangkat kerja pada waktu puncak pukul 7.30-8.30 pagi turun 3 poin dibandingkan survei sebelumnya, menjadi 22 persen. Hal ini kontras dengan peningkatan persentase orang yang berangkat antara pukul 9.30 hingga siang.

Persentase responden yang mengatakan mereka bekerja dari rumah di kawasan Tokyo naik 10 poin, menjadi 12 persen. Angka ini di kawasan Osaka naik 7 poin, menjadi 11 persen.

Peneliti Watanabe Yoko di Institut Penelitian Kebudayaan Penyiaran NHK terlibat dalam survei ini. Ia mengatakan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus seperti kerja dari rumah tampaknya mendukung reformasi gaya bekerja dan membantu mengurangi jam kerja. Namun, ia menambahkan bahwa banyak orang kemungkinan akan kehilangan pekerjaan sebab beberapa bisnis diminta untuk tutup sementara atau mengurangi jam operasi guna mencegah penyebaran virus korona.