Israel & Hamas Sepakati Gencatan Senjata

Israel dan kelompok militan Palestina Hamas mengakhiri 11 hari kekerasan yang merenggut banyak korban jiwa. Gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir kini telah diberlakukan. Namun, terdapat kekhawatiran kedua kubu akan balas menyerang jika gencatan senjata dilanggar.

Banyak orang turun ke jalanan di Jalur Gaza untuk merayakan gencatan senjata.

Dalam 11 hari terakhir, pertempuran membawa pada krisis kemanusiaan.

Pemerintah Israel menyebut gencatan senjata itu “timbal balik dan tanpa syarat.”

Jalur Gaza dikuasai oleh Hamas dan mereka berjanji akan melanjutkan penentangannya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik berita tersebut. Ia menekankan bahwa para pemimpin Israel dan Palestina memiliki tanggung jawab melampaui pemulihan ketenangan guna memulai dialog serius untuk menyelesaikan akar penyebab konflik tersebut.

Televisi pemerintah Mesir melaporkan bahwa Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengatakan delegasi akan dikirim ke Israel dan Palestina guna memantau gencatan senjata itu.

Namun, isu yang telah lama ada dan mengakibatkan banyak korban ini masih belum diselesaikan, termasuk persaingan klaim atas Yerusalem.

Gencatan senjata sebelumnya gagal hanya dalam hitungan hari.

Sejak Senin (17/05/2021), sedikitnya 232 orang terbunuh di Gaza dan 12 orang tewas di Israel.