Risiko Tanah Longsor dan Banjir Meningkat di Banyak Wilayah di Jepang

Badan cuaca Jepang memperingatkan kemungkinan tanah longsor dan banjir karena kondisi atmosfer masih tidak stabil di sebagian besar wilayah negara ini.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan udara hangat dan lembap mengalir ke sebuah fron dan sistem bertekanan rendah di dekat pulau utama Jepang, Honshu. Awan hujan mulai terbentuk, terutama di wilayah barat Jepang.

Kota Kushimoto di Prefektur Wakayama mengalami curah hujan sebesar 95 milimeter antara pukul 8 dan 9 pagi pada Kamis (11/07/2024).

Kota Shimonoseki di Prefektur Yamaguchi mengalami curah hujan 234 milimeter dalam periode 12 jam hingga pukul 05.30, rekor tertinggi sejak badan cuaca mulai mencatat data di wilayah tersebut.

Hujan lebat lokal disertai petir diperkirakan terjadi di Jepang timur laut hingga barat daya.

Kyushu utara diperkirakan akan mengalami curah hujan 180 milimeter dalam periode 24 jam hingga Jumat (12/07/2024) pagi, sedangkan kawasan Kinki dan Kanto-Koshin diprediksi mengalami curah hujan hingga 100 milimeter.

Hujan lebat telah mencapai puncaknya di wilayah timur laut dan utara sepanjang Laut Jepang. Namun, wilayah ini berisiko mengalami tanah longsor karena tanahnya gembur.