Okinawa Loloskan Resolusi atas Kekerasan Seksual Personel Militer AS

Majelis Prefektur Okinawa dengan suara bulat meloloskan resolusi dan pernyataan sebagai respons terhadap berbagai tuduhan kekerasan seksual yang melibatkan personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di prefektur tersebut. Langkah itu diambil dalam sidang pleno majelis pada Rabu (10/07/2024).

Resolusi tersebut merupakan protes yang ditujukan kepada Amerika Serikat, termasuk Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel. Resolusi itu menyatakan bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan yang sangat keji yang menginjak-injak martabat manusia dan tidak dapat ditoleransi berdasarkan hukum dan keadilan di kedua negara.

Resolusi tersebut menyerukan pihak AS agar menyajikan tindakan konkret dan efektif kepada penduduk Okinawa untuk mencegah terulangnya kembali kasus serupa, misalnya melalui pengetatan disiplin.

Sementara itu, pernyataan tersebut ditujukan kepada pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Kishida Fumio. Pernyataan itu menyebutkan kegagalan otoritas investigasi dan Kementerian Luar Negeri dalam memberikan informasi kepada pemerintah Prefektur Okinawa dan kota setempat mengenai insiden serius tersebut. Ditambahkan bahwa hal ini telah menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat di prefektur itu.

Resolusi dan pernyataan tersebut menyerukan permintaan maaf dan kompensasi bagi para korban serta layanan kesehatan mental.

Resolusi dan pernyataan itu juga meminta agar pemerintah prefektur dan kota terkait segera diberi tahu mengenai insiden yang melibatkan personel militer AS, sekaligus memastikan bahwa privasi para korban terlindungi.

Selain itu, majelis tersebut menyerukan revisi mendasar atas Perjanjian Status Pasukan Jepang-AS, dengan alasan bahwa perjanjian itu memberikan perlakuan khusus terhadap personel militer AS di Jepang.

Majelis prefektur mengatakan ingin mengirim delegasi ke Tokyo untuk mengunjungi Kedutaan AS, Kementerian Luar Negeri Jepang, dan lainnya untuk menyampaikan dokumen tersebut secara langsung secepatnya dalam bulan ini.