Hujan Deras di Laut Jepang Bisa Akibatkan Tanah Longsor & Banjir

Hujan deras mengguyur wilayah pesisir sepanjang Laut Jepang. Badan Meteorologi Jepang mengatakan udara hangat dan lembap mengalir menuju fron hujan, yang tidak bergerak di atas Laut Jepang sehingga membuat kondisi atmosfer tidak stabil terutama di sepanjang pantai Laut Jepang dari kawasan Tohoku hingga Sanin.

Selama periode tiga jam hingga sebelum pukul 1 siang pada Selasa (09/07/2024), curah hujan sebanyak 108 milimeter turun di Kota Matsue, Prefektur Shimane. Ini adalah curah hujan terbanyak sejak badan tersebut mulai melakukan pencatatan.

Di Prefektur Yamagata, curah hujan 250 milimeter turun selama 48 jam. Jumlah ini lebih banyak dari biasanya sepanjang bulan Juli dalam satu tahun rata-rata.

Peringatan tanah longsor telah dikeluarkan untuk beberapa wilayah di prefektur Shimane, Tottori, Akita, dan Iwate.

Kawasan Tohoku hingga Sanin di sepanjang pesisir Laut Jepang kemungkinan besar akan diguyur hujan lebat disertai guntur hingga Rabu (10/07/2024). Fron tersebut diperkirakan akan tetap tidak bergerak dan kemungkinan akan meningkatkan curah hujan terutama di Jepang timur dan barat.

Curah hujan sekecil apa pun dapat memicu tanah longsor di wilayah terdampak gempa yang melanda Semenanjung Noto pada Hari Tahun Baru.

Badan Meteorologi mendesak warga agar berhati-hati terhadap banjir di daerah dataran rendah, tanah longsor, dan meluapnya sungai.

Badan tersebut juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap petir, embusan angin kencang mendadak, termasuk tornado, dan hujan es.

Hujan yang sangat deras dalam waktu singkat meningkatkan risiko banjir karena air hujan tidak dapat mengalir dengan cepat. Masyarakat diimbau untuk mengungsi lebih awal.

Masyarakat juga diimbau untuk tinggal di daerah yang aman, jauh dari lereng dan sungai yang meluap, serta selalu mengikuti informasi terkini dari pemerintah kota.