Penyintas Bom Atom Desak Aksi Nyata Pemerintah Soal Senjata Nuklir

Sekelompok penyintas bom atom dan LSM mendesak pemerintah Jepang agar mengambil tindakan nyata menuju penghapusan senjata nuklir menjelang peringatan 80 tahun bom atom Hiroshima dan Nagasaki tahun depan.

Perwakilan dari Jaringan LSM Jepang untuk Penghapusan Senjata Nuklir mengunjungi Kementerian Luar Negeri di Tokyo pada Selasa (09/07/2024). Mereka menyerahkan surat permintaan kepada pejabat senior kementerian yang bertanggung jawab atas pelucutan senjata.

Surat tersebut menggarisbawahi bahwa Jepang mempunyai peran besar seiring dengan meningkatnya ancaman nuklir di seluruh dunia. Mereka menyampaikan lima poin permintaan kepada pemerintah untuk pertemuan komite persiapan konferensi tinjauan berikutnya atas Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir atau NPT yang diadakan bulan ini di Swiss.

Anggota kelompok tersebut menyerukan kepada pemerintah untuk mendesak negara-negara nuklir agar melaksanakan kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut untuk ambil bagian dalam perundingan pelucutan senjata nuklir.

Kelompok itu juga menginginkan agar pemerintah Jepang menekankan pentingnya Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir. Perjanjian itu melarang pengembangan, kepemilikan, dan penggunaan senjata nuklir.

Perjanjian tersebut mulai berlaku pada 2021. Namun, lima kekuatan nuklir utama, dan negara-negara yang berada di bawah payung nuklir Amerika Serikat, termasuk Jepang, belum bergabung dalam perjanjian itu.

Pejabat kementerian berjanji akan mengambil pendekatan realistis menuju dunia tanpa senjata nuklir karena Jepang adalah satu-satunya negara di dunia yang pernah dijatuhi bom atom.

Kelompok tersebut mengatakan pejabat kementerian tidak memberikan tanggapan langsung terhadap permintaannya dalam pertemuan tertutup mereka.

Tanaka Terumi, salah satu ketua Konfederasi Organisasi Penderita Bom Atom dan Hidrogen Jepang, menjabat sebagai salah satu perwakilan kelompok tersebut. Usai pertemuan itu, ia mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya ingin pemerintah memperjelas pendirian dalam lingkungan nuklir yang makin parah saat ini.