Surplus Transaksi Berjalan Jepang pada Mei Capai Rekor Tertinggi

Kementerian Keuangan Jepang mengatakan surplus transaksi berjalan negara ini pada Mei mencapai rekor tertinggi pada bulan tersebut.

Surplus terjadi akibat suku bunga yang lebih tinggi di luar negeri dan melemahnya yen mendorong peningkatan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kepemilikan obligasi asing.

Surplusnya mencapai 2,85 triliun yen atau 17,7 miliar dolar. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 41 persen tahun ke tahun dan merupakan angka tertinggi pada bulan Mei sejak 1985 ketika data pembanding tersedia. Jepang kini mencatat surplus selama 16 bulan berturut-turut.

Surplus pendapatan primer mencapai 26 miliar dolar yang merupakan rekor tertinggi pada bulan apa pun.

Angka ini termasuk dividen yang diterima perusahaan Jepang dari anak perusahaan di luar negeri, serta pendapatan bunga obligasi.

Defisit perdagangan menyusut menjadi 6,9 miliar dolar berkat kuatnya ekspor mobil dan peralatan manufaktur semikonduktor.

Neraca jasa membukukan surplus sebesar 14 juta dolar untuk pertama kalinya dalam dua bulan.

Hal ini mencerminkan peningkatan pada neraca perjalanan akibat lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Jepang.