Dua Tahun Pascapenembakan Abe, Polisi Tingkatkan Perlindungan VIP

Senin (08/07/2024) ini menandai dua tahun sejak mantan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo ditembak mati saat berkampanye untuk kandidat pemilu di Kota Nara di Jepang barat.

Penembakan tersebut mendorong Badan Kepolisian Nasional secara drastis merombak kebijakan perlindungan VIP dan mulai mewajibkan aparat prefektur agar menyerahkan rencananya terlebih dahulu untuk pemeriksaan.

Badan tersebut menerima sekitar 6.300 rencana dari kepolisian prefektur antara Agustus 2022 dan Juni 2024. Namun, 75 persen atau sekitar 4.800 dari rencana itu diminta untuk direvisi.

Badan tersebut mengatakan perubahan itu mencakup jumlah aparat yang akan dilibatkan, cara penempatan personel dan cara mengevakuasi para pejabat serta audiens.

Kepolisian juga menambah jajaran personel yang bertanggung jawab atas perlindungan VIP secara nasional. Pengaturan tersebut terjadi setelah pelemparan bahan peledak ke arah Perdana Menteri Kishida Fumio dalam kampanye pemilu di Kota Wakayama, Jepang barat, pada April 2023.

Kepolisian juga meminta penyelenggara acara untuk bekerja sama dalam upaya perlindungan VIP, seperti pemeriksaan barang bawaan, pemeriksaan detektor logam, dan menjaga jarak yang cukup jauh dari penonton.

Sebulan setelah penembakan Abe, badan tersebut merilis hasil penyelidikannya mengenai pengaturan keamanan yang diterapkan pada hari kejadian.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa penembak dapat mendekati mantan perdana menteri tersebut karena keamanan di belakangnya kurang memadai.

Laporan itu juga mengatakan bahwa rencana keamanan yang dibuat oleh polisi setempat untuk Abe hanya mengikuti praktik masa lalu dan mengabaikan bahaya dari belakangnya. Ditambahkan bahwa rencana tersebut juga tidak memerlukan jumlah aparat yang memadai.