Pezeshkian, yang Berhaluan Reformis, Menang Pilpres Iran

Masoud Pezeshkian, yang berhaluan reformis, menang dalam pemilihan presiden putaran kedua Iran. Selama kampanye, ia menyerukan lebih banyak dialog dengan negara-negara Barat.

Kementerian Dalam Negeri Iran mengumumkan bahwa Pezeshkian mengalahkan Saeed Jalili, yang beraliran konservatif garis keras. Pemilu sela ini diadakan setelah Presiden Ebrahim Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter pada bulan Mei.

Pezeshkian adalah mantan wakil ketua parlemen dan menteri kesehatan. Ia mengatakan ingin meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan Eropa sehingga mereka mencabut sanksi terhadap Iran.

Ia diperkirakan akan mengubah kebijakan diplomasi garis keras Raisi.

Namun, masih belum jelas sejauh mana hubungan dengan Barat akan membaik karena pemerintah Iran harus mematuhi pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dalam kebijakan-kebijakan penting.