Jepang Akan Lebih Transparan Soal Pelanggaran oleh Personel Militer AS

Para pemimpin di Jepang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi mengenai dugaan kekerasan seksual yang dilakukan personel militer Amerika Serikat (AS). Pemerintah mendapat kecaman setelah gagal melaporkan dengan segera serangkaian kasus kepada otoritas prefektur di Okinawa.

Pada bulan Maret, seorang anggota Angkatan Udara AS didakwa atas dugaan penculikan dan pelecehan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur.

Pada bulan Juni, seorang anggota Marinir didakwa atas dugaan mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.

Polisi menangkap anggota Marinir lainnya pada hari Kamis (04/07/2024) di Naha. Ia diduga meraba-raba payudara seorang wanita, tetapi membantah tuduhan tersebut.

Menteri Sekretaris Kabinet Hayashi Yoshimasa mengatakan mengatakan sistem baru ini akan lebih efisien.

Yoshimasa mengatakan, "Kami memerlukan diskusi segera mengenai bagaimana menanggapi kasus semacam ini di Okinawa, untuk mencegah kejahatan yang dilakukan oleh personel militer AS. Kementerian dan lembaga terkait akan bekerja sama dan berbagi informasi sebanyak mungkin dengan pemerintah daerah."

Kementerian Luar Negeri kini akan menyampaikan informasi yang diberikan oleh penyidik kepada Kementerian Pertahanan, yang kemudian akan memberitahukan pemerintah daerah terkait.

Sebagian orang di Okinawa menyambut baik perubahan tersebut, sementara yaang lain mengatakan hal itu sudah terlambat.

Gubernur Okinawa Tamaki Denny mengatakan, "Ini adalah satu langkah maju. Pemerintah telah meninjau kembali kebijakannya dalam berbagi informasi."

Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel mengunjungi Kementerian Luar Negeri pada hari Jumat (05/07/2024).

Emanuel mengatakan, "Apa pun yang kami lakukan, terkait dengan pelatihan dan pendidikan. Itu sudah jelas. Itu tidak berhasil."

Ia mengindikasikan AS akan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki perilaku personel militer AS dalam bulan ini, saat menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara bertemu di Tokyo.