Anak Perusahaan Toyota Ditegur karena Perlakuan terhadap Subkontraktor

Komisi Perdagangan Adil Jepang mengeluarkan peringatan kepada anak perusahaan Toyota atas perlakuan tidak adil terhadap subkontraktor. Dikatakan bahwa perusahaan tersebut melanggar Undang-Undang Subkontrak dan meminta perusahaan mengambil langkah-langkah untuk mencegah terulangnya hal serupa.

Toyota Customizing & Development dilaporkan memaksa hampir 50 subkontraktor menyimpan ratusan barang di gudang tanpa membayar biaya yang diperlukan.

Komisi mengatakan perusahaan tersebut juga tidak melakukan inspeksi terhadap komponen yang dikirim. Perusahaan itu kemudian mengembalikan barang ke pemasok tanpa alasan jelas. Hal ini menyebabkan pemasok mengalami kerugian sekitar 54 juta yen atau sekitar 336.000 dolar.

Komisi Perdagangan Adil mengatakan hal ini melanggar Undang-Undang Subkontrak dan meminta perusahaan untuk melaksanakan tindakan pencegahan.

Perusahaan tersebut mengadakan konferensi pers di Tokyo, mengakui fakta tersebut. Dikatakan bahwa pihaknya telah menanggung seluruh kerugian yang disebabkan oleh pengembalian yang tidak adil dan akan membayar biaya gudang kepada subkontraktor yang menyimpan komponen-komponennya.

Komisi Perdagangan Adil juga mengeluarkan peringatan kepada Nissan Motor pada bulan Maret karena secara tidak adil memotong harga yang harus dibayarkan kepada 36 pemasok.

Badan pengawas tersebut terus mencermati kesepakatan bisnis di industri otomotif karena biaya produksi tetap tinggi.