Menteri Sri Lanka: Kapal Penelitian Asing Bisa Gunakan Pelabuhan

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Ali Sabry mengkonfirmasi kepada NHK bahwa negaranya tidak akan lagi melarang kapal penelitian asing memasuki pelabuhannya pada tahun depan. Sri Lanka terletak di titik strategis di Samudra Hindia.

Pemerintah melarang kapal penelitian asing memasuki pelabuhannya selama satu tahun mulai bulan Januari. Hal ini terjadi setelah kapal survei Cina yang berlabuh pada tahun 2022 menimbulkan keprihatinan negara tetangga, India.

Sabry mengatakan pemerintahannya tidak bisa membuat aturan berbeda untuk satu negara dan hanya memblokir Cina. Ia menambahkan, negaranya tidak akan memihak dalam perselisihan antarnegara.

Meningkat kekhawatiran di India bahwa kapal Cina dapat memantau peluncuran rudal balistik dan satelitnya. India menyampaikan keprihatinan tersebut kepada Sri Lanka.

Cina membantah bahwa kapal tersebut memiliki kemampuan seperti itu. Namun, Sri Lanka tetap mengumumkan moratorium selama satu tahun terhadap kapal penelitian asing.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ali Sabry juga mengucapkan terima kasih atas rencana Jepang menyediakan kapal yang dilengkapi sonar.

Ia mengatakan hal ini akan memberi Sri Lanka kesempatan untuk melakukan survei dan mengumpulkan datanya sendiri, serta memanfaatkannya secara komersial dengan membagikannya ke seluruh dunia.

Sabry menekankan bahwa Sri Lanka memiliki sumber daya maritim yang belum dimanfaatkan, dan penelitian sangatlah penting, tetapi hal itu harus dilakukan secara transparan.