Protes Antipemerintah di Kenya Sebabkan 39 Orang Tewas

Puluhan orang tewas di Kenya dalam protes yang dipicu usulan kenaikan pajak pada bulan lalu. Sebuah kelompok hak asasi manusia di Kenya mengatakan 39 orang tewas dan 361 orang terluka sejak 18 Juni hingga 1 Juli.

Demonstrasi menyebar di Kenya sejak pertengahan Juni. Pada 25 Juni, beberapa demonstran melakukan aksi kekerasan dan menyerbu kompleks parlemen, membuat pasukan keamanan menembakkan peluru tajam.

Presiden Kenya William Ruto kemudian mengumumkan penarikan kenaikan pajak. Namun, demonstrasi yang menuntut pengunduran dirinya terus berlanjut di seluruh negeri.

Pada Selasa (02/07/2024) bentrokan terjadi di ibu kota Nairobi. Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang melemparkan batu.

Kenya merupakan pusat ekonomi Afrika Timur. Banyak perusahaan Jepang yang mulai beroperasi di negara tersebut. Namun, perekonomian negara tersebut terdampak parah oleh faktor-faktor seperti pandemi virus korona dan kekeringan. Pemerintah berupaya memulihkan kesehatan fiskal dengan menaikkan pajak secara signifikan.

Ketidakpuasan atas kebijakan ekonomi pemerintah masih kuat, terutama di kalangan generasi muda yang kesulitan akibat melonjaknya biaya pangan, bahan bakar, dan biaya hidup lainnya.