Mahkamah Agung AS Putuskan Trump Kebal

Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) pada Senin (01/07/2024) mengeluarkan putusan bahwa mantan Presiden Donald Trump dibebaskan dari tuntutan atas segala "tindakan resmi" yang dilakukannya saat menjabat.

Trump telah mengeklaim kekebalan mutlak atas tindakan yang diambilnya saat bertugas di Gedung Putih dan telah melawan tuntutan federal atas upayanya membalikkan kekalahannya dalam pemilu tahun 2020, termasuk kerusuhan di gedung Capitol.

Mahkamah itu memutuskan bahwa mantan presiden berhak atas kekebalan mutlak untuk tindakan yang berada dalam otoritas konstitusional mereka. Namun, ditambahkan bahwa Konstitusi tidak memberikan perlindungan dari penuntutan atas tindakan yang dilakukan dalam kapasitas pribadi. Mahkamah Agung mengirim kasus tersebut kembali ke pengadilan yang lebih rendah.

Trump menghadapi empat dakwaan, termasuk konspirasi untuk menghalangi proses resmi di Kongres guna mengesahkan hasil pemilu. Pada Januari 2021, ia mengulangi klaim palsu bahwa pemilu telah "dicuri" dan meminta para pendukungnya untuk "berjuang sekuat tenaga".

FBI mengatakan ribuan orang kemudian menyerbu gedung Capitol.

Trump memuji putusan Mahkamah Agung di media sosial dan menggambarkannya sebagai kemenangan besar bagi Konstitusi dan demokrasi.

Para pemimpin Partai Demokrat menyebutnya sebagai hari yang menyedihkan bagi AS dan mengatakan bahwa keputusan tersebut memalukan, tetapi tidak mengubah fakta.

Putusan tersebut mengakhiri prospek Trump diadili sebelum pemilihan presiden bulan November.