Diduga Langgar Pengendalian Harga Beras, WN Jepang Ditahan di Myanmar

Militer yang berkuasa di Myanmar mengatakan telah menahan seorang warga negara Jepang atas dugaan tidak mematuhi pengendalian harga beras.

Media pemerintah Myanmar melaporkan pada Minggu (30/06/2024) bahwa 11 orang ditahan karena dicurigai menjual beras di atas harga resmi.

Laporan tersebut menyebutkan salah satu orang yang ditahan adalah warga negara Jepang, Kasamatsu Hiroshi. Ia dilaporkan memiliki hubungan dengan pengecer besar Jepang, AEON.

Kepada NHK, Kedutaan Besar Jepang di Myanmar mengatakan telah mengetahui penahanan seorang warga negara Jepang dan menyerukan militer Myanmar untuk membebaskannya.

AEON mengatakan Kasamatsu bekerja untuk unit yang mengoperasikan supermarket di Myanmar. Pejabat perusahaan itu mengatakan telah memastikan keselamatan pria berusia 53 tahun itu.

Perusahaan itu mengatakan bahwa dengan dukungan dari kedutaan Jepang, pihaknya akan bekerja sama dengan otoritas penyelidikan untuk segera menyelesaikan kasus ini.

Menteri Sekretaris Kabinet Hayashi Yoshimasa pada Senin (01/07/2024) pagi mengatakan bahwa warga negara Jepang yang ditahan itu sedang diselidiki di kantor polisi di Yangon.

Ia mengutip seorang pejabat kedutaan Jepang di Myanmar yang mengatakan pria tersebut tidak memiliki masalah kesehatan ketika seorang pengacara menemuinya di kantor polisi pada Minggu malam.

Hayashi mengatakan pemerintah akan terus menangani masalah ini dengan meminta pembebasan segera dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Perekonomian Myanmar terpuruk sejak kudeta tahun 2021. Militer meningkatkan langkah-langkah untuk mengendalikan harga pangan, tetapi tidak mampu membatasi harga beras dan barang-barang lainnya.

Otoritas di Myanmar sebelumnya melakukan razia pedagang atas dugaan pelanggaran penjualan.